• Mahabbah, Bahayanya CINTA Tersembunyi

    Ketika manusia mencintai kepada selain Allah, hekaketnya dia sedang memintal bara dendam rindu, yang semakin lama menekan jiwa dan raganya. Dia tak sadar jika dirinya sedang memintal kegelisahannya menjadi semakin lebar dan melebar lagi, sebagaimana perumpamaan laba-laba yang sedang memintal rumahnya. Begitu rapuhnya kontruksi rumah laba-laba, jika kita mengetahuinya...

  • Ruang Baca

    Banyak baca, banyak tau, banyak ilmu, semoga makin maju,ayo baca-baca ...

  • Ruang Admin

    Barangkali mau mampir ke ruang admin, silahkan click here...

Emha Ainun Nadjib (lahir di Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953; umur 56 tahun) adalah seorang tokoh intelektual yang mengusung nafas islami di Indonesia. Ia merupakan anak keempat dari 15 bersaudara. Pendidikan formalnya hanya berakhir di Semester 1 Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebelumnya dia pernah ‘diusir’ dari Pondok Modern Gontor Ponorogo karena melakukan ‘demo’ melawan pemerintah pada pertengahan tahun ketiga studinya, kemudian pindah ke Yogya dan tamat SMA Muhammadiyah I. Istrinya yang sekarang, Novia Kolopaking, dikenal sebagai seniman film, panggung, serta penyanyi.

Lima tahun hidup menggelandang di Malioboro Yogya antara 1970-1975 ketika belajar sastra kepada guru yang dikaguminya, Umbu Landu Paranggi, seorang sufi yang hidupnya misterius dan sangat mempengaruhi perjalanan Emha. Selain itu ia juga pernah mengikuti lokakarya teater di Filipina (1980), International Writing Program di Universitas Iowa, Amerika Serikat (1984), Festival Penyair Internasional di Rotterdam, Belanda (1984) dan Festival Horizonte III di Berlin Barat, Jerman (1985).

Dalam kesehariannya, Emha terjun langsung di masyarakat dan melakukan aktivitas-aktivitas yang merangkum dan memadukan dinamika kesenian, agama, pendidikan politik, sinergi ekonomi guna menumbuhkan potensialitas rakyat. Di samping aktivitas rutin bulanan dengan komunitas Masyarakat Padhang mBulan, ia juga berkeliling ke berbagai wilayah nusantara, rata-rata 10-15 kali per bulan bersama Musik Kiai Kanjeng, dan rata-rata 40-50 acara massal yang umumnya dilakukan di area luar gedung. Selain itu ia juga menyelenggarakan acara Kenduri Cinta sejak tahun 1990-an yang dilaksanakan di Taman Ismail Marzuki. Kenduri Cinta adalah forum silaturahmi budaya dan kemanusiaan yang dikemas sangat terbuka, nonpartisan, ringan dan dibalut dalam gelar kesenian lintas genre.

Dalam pertemuan-pertemuan sosial itu ia melakukan berbagai dekonstruksi pemahaman atas nilai-nilai, pola-pola komunikasi, metoda perhubungan kultural, pendidikan cara berpikir, serta pengupayaan solusi-solusi masalah masyarakat. [wikipedia indonesia]

Beberapa Karya dan naehat-nasehat Emha Ainun Nadjib dalam format MP3:

Emha Ainun Nadjib - Astaghfirullah.mp3

Emha Ainun Nadjib - CaraMemilihPresiden.mp3

Emha Ainun Nadjib - Ilir_Ilir_Shalawat_Badar.mp3

Emha Ainun Nadjib - JanganMencariUang.mp3

Emha Ainun Nadjib - Janji Cinta Ya Manan

Emha Ainun Nadjib – Kelahiran

Emha Ainun Nadjib – Kelemahan Kita

Emha Ainun Nadjib – Kesombongan

Emha Ainun Nadjib – Menyorong_Rembulan

Emha Ainun Nadjib – Menyorong Rembulan 0

Emha Ainun Nadjib – menyorong-rembulan_1.mp3

Emha Ainun Nadjib – menyorong-rembulan_2.mp3

Emha Ainun Nadjib – menyorong-rembulan_3.mp3

Emha Ainun Nadjib – menyorong-rembulan_4.mp3

Emha Ainun Nadjib – menyorong-rembulan_5.mp3

Emha Ainun Nadjib – menyorong-rembulan_7.mp3

Emha Ainun Nadjib – menyorong-rembulan_8.mp3

Emha Ainun Nadjib – menyorong-rembulan_9.mp3

Emha Ainun Nadjib – Nurul_Musthofa.mp3

Emha Ainun Nadjib – Nyanyian Santri Pesisir (Assalam).mp3

Emha Ainun Nadjib – Nyanyian Santri Pesisir (Ojo Sembrono).mp3

Emha Ainun Nadjib – Nyanyian Santri Pesisir (Padhang Ati).mp3

Emha Ainun Nadjib – Penyembuh_Bangsa.mp3

Emha Ainun Nadjib – Renungan_Ilir_-_Ilir.mp3

Emha Ainun Nadjib – Shalawat_Berdiri.mp3

Emha Ainun Nadjib – Thola’al Badru.mp3

Emha Ainun Nadjib – Tombo Ati.MP3

Emha Ainun Nadjib – Jaman-wis-akhir_0.mp3

Emha Ainun Nadjib – Jaman-wis-akhir_1.mp3

Emha Ainun Nadjib – Jaman-wis-akhir_2.mp3

Emha Ainun Nadjib – Jaman-wis-akhir_3.mp3

Emha Ainun Nadjib – Jaman-wis-akhir_4.mp3

Emha Ainun Nadjib – Jaman-wis-akhir_5.mp3

Emha Ainun Nadjib – Jaman-wis-akhir_6.mp3

Emha Ainun Nadjib – Jaman-wis-akhir_7.mp3

Emha Ainun Nadjib – Jaman-wis-akhir_8.mp3

Emha Ainun Nadjib – Jaman-wis-akhir_9.mp3

Emha Ainun Nadjib – Jaman-wis-akhir_10.mp3

Emha Ainun Nadjib – Jaman-wis-akhir_11.mp3

Emha Ainun Nadjib – Jaman-wis-akhir_12.mp3

Emha Ainun Nadjib – Abu Nawas

Emha Ainun Nadjib – Allohu Allah

Emha Ainun Nadjib – Haji

Emha Ainun Nadjib – Jalan Sunyi

Emha Ainun Nadjib – Kemana Anak-anak Itu

Emha Ainun Nadjib – Kyai Santri

Emha Ainun Nadjib – Puisi Caknun

Emha Ainun Nadjib – Caknun

Emha Ainun Nadjib – Untuk Bangsa Yang Berkeping-keping

Emha Ainun Nadjib – Jiwa


Emha menerbitkan 16 buku puisi:

* “M” Frustasi (1976),
* Sajak-Sajak Sepanjang Jalan (1978),
* Sajak-Sajak Cinta (1978),
* Nyanyian Gelandangan (1982),
* 99 Untuk Tuhanku (1983),
* Suluk Pesisiran (1989),
* Lautan Jilbab (1989),
* Seribu Masjid Satu Jumlahnya ( 1990),
* Cahaya Maha Cahaya (1991),
* Sesobek Buku Harian Indonesia (1993),
* Abacadabra (1994),
* Syair Amaul Husna (1994)

Lihat Daftar karya-karya Emha Ainun Nadjib di Wikipedia

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified