• Mahabbah, Bahayanya CINTA Tersembunyi

    Ketika manusia mencintai kepada selain Allah, hekaketnya dia sedang memintal bara dendam rindu, yang semakin lama menekan jiwa dan raganya. Dia tak sadar jika dirinya sedang memintal kegelisahannya menjadi semakin lebar dan melebar lagi, sebagaimana perumpamaan laba-laba yang sedang memintal rumahnya. Begitu rapuhnya kontruksi rumah laba-laba, jika kita mengetahuinya...

  • Ruang Baca

    Banyak baca, banyak tau, banyak ilmu, semoga makin maju,ayo baca-baca ...

  • Ruang Admin

    Barangkali mau mampir ke ruang admin, silahkan click here...

Safinah An-Najah

Pembuka
Bismillaahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillaahi Robbil 'Aalamin. Wabihii Nasta'iinu 'Alaa Umuuriddunyaa Waddiini. Washollallaahu 'Alaa Sayyidinaa Muhammadin Khootamannabiyyiina Wa Aalihii Washohbihii Ajma'iina. Walaa Hawla Walaa Quwwata Illaa Billaahil'aliyyil 'Azhiim.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam. Dan dengannya kami mohon pertolongan atas segala urusan dunia dan agama. Dan Allah bersholawat atas junjungan kita Muhammad penutup para Nabi dan atas keluarganya dan sahabatnya semua. Dan tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi Maha Agung.

Rukun Islam
Arkaanul Islaami Khomsatun : Syahaadatu An Laa Ilaaha Illallaahu Wa Annna Muhammadan Rosuulullaahi, Wa Iqoomushsholaati, Wa Iitaauzzakaati, Wa Shoumu Romadhoona, Wa Hijjul Baiti Man Istathoo'a Ilaihi Sabiilan.
Rukun-rukun Islam yaitu 5 : (1)Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad utusan Allah, (2)Mendirikan Sholat, (3)Memberikan Zakat, (4)Puasa Bulan Romadhon, (5)Pergi Haji bagi yg mampu kepadanya.

Rukun Iman
Arkaanul Iimaani Sittatun : An Tu'mina Billaahi, Wa Malaaikatihii, Wa Kutubihii, Wa Rusulihii, Walyaumil Aakhiri, Wabilqodari Khoyrihi Wasyarrihi Minalaahi Ta'aalaa.
Rukun-rukun Iman yaitu 6 : (1)Bahwa engkau beriman dengan Allah, (2)para Malaikatnya, (3)kitab-kitabnya, (4) para Rosulnya, (5)hari akhir, (6)taqdir baiknya dan taqdir buruknya dari Allah Ta'ala.

Makna Syahadat
Wama'naa Laa Ilaaha Illallaahu Laa Ma'buda Bihaqqin Fil Wujuudi Illallaahu.
Dan makna kalimat La Ilaha Illallahu yaitu tidak ada yg disembah dengan sebenar-benarnya pada keadaan kecuali Allah.

Tanda-tanda Baligh
'Alaamaatul Buluughi Tsalaatsun : Tamaamu Khomsa 'Asyaro Sanatan Fidzdzakari Wal Untsaa, Wal Ihtilaamu Fidzdzakari Wal Untsaa Litis'i Siniina, Wal Haidhu Fil Untsaa Litis'i Siniina.
Tanda-tanda Baligh yaitu 3 : (1)Sempurna umurnya 15 tahun pada laki-laki dan perempuan, (2)mimpi pada laki-laki dan perempuan bagi umur 9 tahun, (3)dapat haid pada perempuan bagi umur 9 tahun.

Syarat Istinja/bersuci
Syuruuthul Istinjaai Bilhajari Tsamaaniyatun : An Yakuuna Bitsalaatsati Ahjaarin, Wa An Yunqiya Al-Mahalla, Wa An Laa Yajiffa An-Najisu, Walaa Yantaqila, Walaa Yathroa 'Alaihi Aakhoru, Walaa Yujaawiza Shofhatahu Wahasyafatahu, Walaa Yushiibahu Maaun, Wa An Laa Takuuna Al-Ahjaaru Thoohirotan.
Syarat-syarat Istinja dengan batu yaitu 8 : (1)orang yg berisitinja itu dengan 3 batu, (2)ia membersihkan tempat keluarnya najis, (3)tidak kering najisnya itu, (4)tidak berpindah najisnya itu, (5)tidak datang atasnya oleh najis yg lain, (6)jangan melampaui najisnya itu akan shofhahnya dan hasyafahnya, (7)jangan mengenai najis itu akan ia oleh air, (8) batunya itu suci.

Fardhu Wudhu
Furuudh Al-Wudhuui Sittatun : Al-Awwalu Anniyyatu, Ats-Tsaani Ghoslu Al-Wajhi, Ats-Tsaalitsu Ghoslu Al-Yadaini Ma'a Al-Mirfaqoini, Ar-Roobi'u Mashu Syaiin Min Ar-Ro'si, Al-Khoomisu Ghoslu Ar-Rijlaini Ilaa Al-Ka'baini, As-Saadisu At-Tartiibu.
Fardhu-fardhu Wudhu yaitu 6 : (1)Yang pertama Niat, (2)yg kedua membasuh wajah, (3)yg ketiga membasuh 2 tangan beserta 2 sikut, (4)yg keempat menyapu sebagian dari kepala, (5)yg kelima membasuh 2 kaki sampai 2 mata kaki, (6)yg keenam tertib.

Niat Dalam Wudhu
Wanniyyatu Qoshdu Asy-Syaii Muqtarinan Bifi'lihi. Wa Mahalluhaa Al-Qolbu. Wattalaffuzhu Bihaa Sunnatun. Wa Waqtuhaa 'Inda Ghosli Awwali Juz'in Minal wajhi. Wattartiibu An Laa Tuqoddima 'Udhwan 'Alaa 'Udhwin.
Dan niat yaitu memaksudkan sesuatau berbarengan dengan perbuatannya. Dan tempat niat adalah hati. Dan melafazkan dengannya adalah sunah. Dan waktunya ketika membasuh awal bagian daripada wajah. Dan tertib yaitu bahwa tidak didahului satu anggota atas anggota yg lain.

Air Untuk Bersuci
Walmaau Qoliilun Wa Katsiirun. Al-Qoliilu Maa Duunal Qullataini. Walkatsiiru Qullataani Fa Aktsaru
Dan air itu yaitu sedikit dan banyak. Yang sedikit adalah air yg kurang dari 2 kullah. Dan yang banyak yaitu 2 kullah atau lebih.
”2 Kullah bila diukur dengan liter yaitu 216 liter kurang lebih, bila diukur wadahnya yaitu 60 cm X 60 cm x 60 cm. Air yg kurang dari 2 kullah menjadi musta'mal bila terciprat air bekas bersuci yaitu bila terciprat air basuhan yg pertama karna basuhan yg pertamalah yg wajib. Adapun bila air itu kurang dari 2 kullah maka lebih baik dicedok dengan gayung jangan dikobok”
Al-Qoliilu Yatanajjasu Biwuquu'innajaasati Fiihi Wain Lam Yataghoyyar.
Dan air yg sedikit menjadi najis ia dengan kejatuhan najis padanya walaupun tidak berubah rasa, warna, dan baunya.
Walkatsiiru Laa Yatanajjasu Illaa Idzaa Taghoyyaro Tho'muhu, Aw Lawnuhu, Aw Riihuhu.
Dan air yg banyak tidaklah ia menjadi najis kecuali jika berubah rasa, atau warnanya, atau baunya.

Mandi Wajib/Adus
Muujibaatul Ghusli Sittatun : Iilaajul Hasyafati Fil Farji, Wakhuruujul Maniyyi, Wal Haidhu, Wannifaasu, Wal Wilaadatu, Wal Mautu.
Hal-hal yg mewajibkan mandi yaitu 6 : (1)Memasukkan Hasyafah pada Farji, (2)keluar mani, (3)haidh, (4)nifas, (5)melahirkan, (6)mati.

Fardu Mandi/Adus
Furuudhul Ghusli Itsnaani : Anniyyatu, Wata'miimul Badani Bil Maa'i.
Fardhu-fardhu mandi yaitu 2 : (1)Niat, (2)meratakan badan dengan air.

Syarat Wudhu
Syuruuthul Wudhuui 'Asyarotun : Al-Islamu, Wattamyiizu, Wannaqoou 'Anil Haidhi Wannifaasi Wa'an Maa Yamna'u Wushuulal Maai Ilal Basyaroti, Wa An Laa Yakuuna 'Alal 'Udhwi Maa Yughoyyirul Maa-a, Wal'ilmu Bifardhiyyatihi, Wa An Laa Ya'taqida Fardhon Min Furuudhihi Sunnatan, Wal Maau Ath-Thohuuru, Wadukhuulul Waqti, Wal Muwaalatu Lidaaimil Hadatsi.
Syarat-syarat Wudhu yaitu 10 : (1)Islam ,(2)Tamyiz, (3) suci dari haid dan nifas (4)tidak ada sesuatu yg mencegah sampainya air kepada kulit, (5)bahwa tidak ada atas anggota oleh sesuatu yg mengubah air, (6)mengetahui dengan segala fardhunya, (7)bahwa ia tidak mengi'tiqodkan akan fardhu daripada fardhu-fardhunya sebagai sunat, (8)air yg suci, (9)masuk waktu, (10) berturut-turut bagi orang yg senantiasa berhadas.

Batal Wudhu
Nawaaqidul Wudhuui Arba'atu Asyyaa-a : Al-Awwalu Al-Khooriju Min Ihdassabilaini Minal Qubuli Wadduuri Riihun Aw Ghoyruhu Illal Maniyya, Ats-Tsaani Zawaalul 'Aqli Binaumin Aw Ghoyrihi Illaa Nauma Qoo'idin Mumakkanin Maq'adahu Minal Ardhi, Ats-Tsaalitsu Iltiqoou Basyarotai Rojulin Wamroatin Kabiiroini Ajnabiyyaini Min Ghoyri Haailin, Ar-Roobi'u Massu Qubulil Aadamiyyi Aw Halqoti Duburihi Bibathnil Kaffi Aw Buthuunil Ashoobi'i.
Segala yg membatalkan wudhu yaitu 4 perkara : (1)Yang pertama yang keluar daripada salah satu dari 2 jalan daripada kubul dan dubur angin atau selainnya kecuali air mani, (2)yg kedua hilang akal dengan sebab tidur atau selainnya kecuali tidurnya orang yg duduk yg menetapkan punggungnya daripada bumi, (3)yg ketiga bertemunya 2 kulit laki-laki dan perempuan besar keduanya orang lain keduanya dari tanpa dinding, (4)yg keempat menyentuh kubul manusia atau bulatan duburnya dengan telapak tangan atau perut jari-jari

Larangan Bagi Orang yang Batal Wudhu, Junub, Haid
Man Intaqodho wudhuu-uhu Haruma 'Alaihi 'Arba'atu Asyyaaa : Ash-Sholaatu, Wath-Thowaafu, Wamassul Mush-hafi, Wahamluhu.
Orang yg batal wudhunya haram atasnya 4 perkara : (1)Sholat, (2)Thowaf, (3)menyentuh AlQur-an, (4) membawa AlQur-an.
Wayahrumu 'Alal Junubi Sittatu Asyyaa-a : Ash-Sholaatu, Wath-Thowaafu, Wamassul Mush-hafi, Wahamluhu, Wallubtsu Fil Masjidi, Waqirooatul Qur-aani Biqoshdil Qur-aani.
Dan haram atas orang yg junub 6 perkara : (1)Sholat, (2)Thowaf, (3)menyentuh Al-Quran, (4)membawa AlQur-an, (5)berdiam diri di Masjid, (6)membaca AlQur-an dengan maksud baca AlQur-an
Wayahrumu Bilhaidhi 'Asyarotu Asyyaa-a : Ash-Sholaatu, Wath-Thowaafu, Wamassul Mush-hafi, Wahamluhu, Wallubtsu Fil Masjidi, Waqirooatul Qur-aani Biqoshdil Qur-aani, Wash-Shoumu, Wath-Tholaaqu, Walmuruuru Fil Masjidi In Khoofat Talwiitsahu, Wal Istimnaa'u Bimaa Bainassurroti Warrukbati
Dan haram dengan sebab haid 10 perkara : (1)Sholat, (2)Thowaf, (3)menyentuh AlQur-an, (4)membawa AlQur-an, (5)berdiam diri di Masjid, (6)membaca AlQur-an dengan qoshod Qur-an, (7)puasa, (8)talak, (9)berjalan di dalam Masjid jika ia takut menyamarkannya, (10)bersedap-sedap dengan sesuatu yg antara pusat dan lutut

Sebab Tayamum
Asbaabuttayammumi Tsalaatsatun : Faqdul Maa-i, Walmarodhu, Wal Ihtiyaaju Ilaihi Li'athosyi Hayawaanin Muhtaromin.
Sebab-sebab tayammum yaitu 3 : (1)Ketiadaan air, (2)sakit, (2)berhajat kepadanya untuk minum binatang yg dihormati.
Waghoyrul Muhtaromi Sittatun : Taarikush-Sholaati, Wazzaanil Muhshonu, Walmurtaddu, Walkaafirul Harbiyyu, Walkalbul 'Aquuru, Walkhinziiru.
Dan selain yg dihormati yaitu 6 : (1)Orang yg meninggalkan sholat, (2)pezina muhshon, (3)orang yg murtad, (4)kafir harbi, (5)anjing galak, (6)babi.
Syuruuthu At-Tayammumi 'Asyarotun : An Yakuuna Bituroobin, Wa An Yakuunatturoobu Thoohiron, Wa An Laa Yakuuna Musta'malan, Wa An Laa Yukhoolithuhu Daqiiqun Wanahwuhu, Wa An Yaqshidahu, Wa An Yamsaha Wajhahu Wayadaihi Bidorbataini, Wa An Yuziilannajaasata Awwalan, Wa An Yajtahida Fil Qiblati Qoblahu, Wa An Yakuunattayammumu Ba'da Dukhuulil Waqti, Wa An Yatayammama Likulli Fardhin.
Syarat-syarat tayammum yaitu 10 : (1)Bahwa adalah ia bertayammum dengan debu, (2)bahwa adalah debunya itu suci, (3)bahwa tidak adalah debunya itu musta'mal, (4)bahwa tidak bercampur debunya itu oleh tepung, (5)bahwa ia sengaja bertayammum, (6)bahwa ia menyapu mukanya dan dua tangannya dengan 2 kali, (7)bahwa ia menghilangkan najis pada permulaannya, (8)bahwa ia berijtihad pada kiblat sebelumnya tayammum, (9)bahwa adalah tayammumnya itu setelah masuknya waktu, (10) bahwa ia bertayamum untuk tiap2 fardu.

Fardu Tayamum
Furuudhuttayammumi Khomsatun : Al-Awwalu Naqlutturoobi, Ats-Tsaani Anniyyatu, Ats-Tsaalitsu Mashul Wajhi, Ar-Roobi'u Mashul Yadaini Ilal Mirfaqoini Al-Khoomisu At-Tartiibu Bainal Mashataini.
Fardhu-fardhu tayammum yaitu 5 : (1)Yang pertama memindahkan debu, (2)yg kedua niat, (3)yg ketiga menyapu wajah, (4)yg keeempat menyapu 2 tangan sampai 2 sikut, (5)yg kelima tertib diantara 2 sapuan.
Mubthilaatuttayammumi Tsalatsatun : Maa Abtholal Wudhuu-a, Warriddatu, Watawahhumul Maa-i In Yatayammama Lifaqdihi.

Batal Tayamum
Segala yg membatalkan tayammum yaitu 3 : (1)Apa-apa yg membatalkan wudhu, (2)murtad, (3)menyangka ia akan ada air jika ia bertayammum karena ketiadaan air.

Macam2 Najis
Alladzii Yathhuru Minannajaasaati Tsalaatsatun : Al-Khomru Idzaa Takhollalat Binafsiha, Wajildul Maytati Idzaa Dubigho, Wa Maa Shooro Hayawaanan.
Yang suci daripada segala najis yaitu 3 : (1)Khomr apabila jadi cuka dengan sendirinya, (2)kulit bangkai apabila disamak, (3)apa-apa yg jadi binatang.
Annajaasaatu Tsalaatsun : Mughollazhotun, Wa Mukhoffafatun, Wa Mutawassithotun. Wal Mughollazhotu Najaasatul Kalbi Wal Khinzhiiri Wafar'i Ahadihima. Wal Mukhoffafatu Baulushshobiyyi Alladzii Lam Yath'am Ghoyrollabani Walam Yablughil Haulaini. wal Mutawassithotu Saairunnajaasaati.
Segala najis yaitu 3 : Najis Mughollazhoh/berat, dan najis Mukhoffafah/ringan, dan najis Mutawassithoh/sedang. (1)Najis Mughollazhoh yaitu najis anjing dan babi dan anak-anak dari salah satu keduanya. (2)Najis Mukhoffafah yaitu kencing anak kecil yang tidak makan selain air susu dan belum sampai umurnya 2 tahun. (3)Najis Mutawassithoh yaitu semua najis.
Al-Mughollazhotu Tathhuru Bighoslihaa Sab'an Ba'da Izaalati 'Ainihaa Ihdaahunna Bituroobin. Wal Mukhoffafatu Tathhuru Birosysyil Maa-i 'Alaihaa Ma'al Gholabati Waizaalati 'Ainihaa.
Najis Mughollazhoh suci ia dengan membasuhnya 7 kali sesudah menghilangkan dzatnya salah satunya dengan tanah. Dan najis Mukhoffafah suci ia dengan memercikkan air diatasnya serta rata dan sudah hilang dzatnya.
Wal Mutawassithotu Tanqosimu Ilaa Qismaini : 'Ainiyyatun Wa Hukmiyyatun. Al'Ainiyyatu Allatii Lahaa Launun Wa Riihun Wa Tho'mun Falaa Budda Min Izaalati Launihaa Wa Riihahaa Wa Tho'mihaa.
Dan najis Mutawassithoh atau najis sedang terbagi kepada 2 bagian : 'Ainiyyah dan Hukmiyyah. Adapun 'ainiyyah yaitu sesuatu yg baginya ada warna dan bau dan rasa maka tidak boleh tidak dari menghilangkan warnanya dan baunya dan rasanya.
Wal Hukmiyyatu Allatii Laa Launa Walaa Riiha Walaa Tho'ma Kafaa Jaryul Maa-i 'Alaihaa.
Dan najis hukmiyyah yaitu yg tidak ada warna dan tidak ada bau dan tidak ada rasa maka cukup mengalirkan air diatasnya.

Tentang Haid & Nifas

Aqollul Haidhi Yaumun Wa Lailatun Wa Ghoolibuhu Sittun Aw Sab'un Wa Aktsaruhu Khomsata 'Asyaro Yauman Bilayaaliihaa.

Sekurang-kurangnya haid yaitu 1 hari 1 malam dan biasanya 6 atau 7 hari dan paling banyaknya 15 hari dan malamnya.
Wa Aqolluth-Thuhri Bainal Haidhotaini Khomsata 'Asyaro Yauman Walaa Hadda Liaktsarihi.
Dan sekurang-kurangnya suci antara 2 haid yaitu 15 hari dan tidak ada batas untuk banyaknya.
Aqollun-Nifaasi Majjatun Wa Ghoolibuhu Arba'uuna Yauman Wa Aktsaruhu Sittuuna Yauman.
Sekurang-kurangnya nifas yaitu sekali meludah dan biasanya 40 hari dan paling banyaknya 60 hari...

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified